Prediksi Token: Kenapa AI Bisa Salah dengan Percaya Diri
LLM tidak 'memahami' kode seperti kamu. Ia memprediksi potongan teks (token) yang paling mungkin muncul berikutnya berdasarkan pola dari miliaran baris kode yang pernah dibacanya. Karena itu jawabannya selalu terdengar yakin — bahkan saat salah, sebab yang dinilai model adalah 'sepertinya begini polanya', bukan 'ini sudah saya uji'. Konsekuensi praktisnya cuma satu dan berlaku seumur karier: apa pun yang AI tulis, kamu jalankan dan buktikan sendiri sebelum percaya.
👀 Contoh dulu
// AI menyarankan: 'pakai toFixed(2) untuk format harga' const harga = 1250000; console.log(harga.toFixed(2));
Hasilnya: 1250000.00
💡 Perhatikan: saran AI menghasilkan '1250000.00' — bentuk yang tidak dipakai orang Indonesia. Menjalankan kodenya sendiri langsung memperlihatkan itu.
📝 Sekarang giliranmu
AI menyarankan harga.toFixed(2) untuk menampilkan harga rupiah, tapi kamu belum tahu apakah hasilnya sesuai. Buktikan sendiri: cetak ke konsol hasil pemformatan harga memakai toLocaleString dengan locale id-ID, lalu bandingkan dengan saran AI di panel contoh.