AI sebagai Rubber Duck yang Menjawab
Teknik rubber ducking klasik: kamu menjelaskan masalahmu kalimat per kalimat ke bebek karet, dan sering kali jawabannya muncul di tengah penjelasan. AI membuat teknik ini lebih tajam karena ia bisa menantang balik asumsimu. Kuncinya adalah menulis dugaan dan hal yang sudah kamu coba, bukan menyerahkan masalah mentah-mentah. Kebiasaan menyusun dugaan juga melatihmu berpikir sistematis: menyempitkan kemungkinan satu per satu, bukan mengubah kode secara acak sampai kebetulan jalan.
👀 Contoh dulu
Dugaan saya: state tidak ter-update karena objeknya dimutasi langsung. Sudah saya coba: menambah console.log sebelum setState — nilainya benar di situ. Yang belum saya cek: apakah komponen ini memang re-render. Menurutmu bagian mana yang paling mungkin?
Hasilnya: AI menyoroti satu kemungkinan yang belum diperiksa, bukan mengulang saran umum.
📝 Sekarang giliranmu
Fitur pencarianmu tidak menampilkan hasil apa pun. Tulis catatan rubber duck yang memuat: dugaanmu, apa yang sudah kamu coba, dan bagian yang belum kamu periksa.