article: konten yang berdiri sendiri
<article> dipakai untuk konten yang tetap bermakna jika dicabut dari halamannya — satu postingan blog, satu berita, satu kartu produk. Tes cepatnya: kalau bagian ini muncul sendirian di feed RSS atau dibagikan ke orang lain, apakah masih utuh dan bisa dipahami? Kalau ya, <article> tepat; kalau butuh konteks halaman di sekitarnya, <section> lebih cocok. Sebuah <article> boleh berisi <article> lain, misalnya komentar di dalam postingan.
👀 Contoh dulu
<article> <h2>Resep Nasi Goreng</h2> <p>Siapkan nasi dingin dan bumbu.</p> </article>
Hasilnya: Satu blok resep yang utuh — kalau dibagikan sendirian ke orang lain, isinya masih masuk akal.
💡 Tes cepat: bisa dibaca berdiri sendiri? Pakai article. Kalau butuh konteks halaman, pakai section.
📝 Sekarang giliranmu
Di dalam <main>, buat dua <article>. Masing-masing berisi <h2> (judul apa pun) dan <p>.