Studi Kasus: Memasangkan Kebutuhan dengan Database
Aplikasi nyata jarang memakai satu database saja. Pola yang umum dipakai: PostgreSQL atau MySQL untuk data inti yang saling berelasi, MongoDB untuk dokumen yang bentuknya bervariasi seperti katalog atau log aktivitas, dan Redis untuk sesi login serta cache yang harus dijawab dalam milidetik. Kombinasi ini disebut polyglot persistence, dan kuncinya adalah menempatkan setiap data pada penyimpanan yang paling sesuai sifatnya. Yang perlu kamu hindari adalah menambah teknologi baru tanpa alasan — setiap database tambahan berarti satu lagi yang harus dipantau, dicadangkan, dan dipahami tim.
👀 Contoh dulu
// sesi login di Redis: cepat dan otomatis kedaluwarsa SETEX sesi:u7 3600 'token-abc'
Hasilnya: OK
📝 Sekarang giliranmu
Simpan sesi login pengguna u42 di Redis dengan nilai 'token-xyz' yang otomatis hangus setelah 1800 detik. Tulis perintahnya memakai SETEX dengan key sesi:u42.